Tips Memulai Hidup Ramah Lingkungan

Penggunaan sedotan mengancam lingkungan. Dapat dipahami bahwa penggunaan barang sekali pakai menyebar dan menyebar dan menjadi salah satu polutan yang paling penting. Sedotan plastik memiliki umur yang sangat panjang. Itu hanya dapat kembali hingga 350 tahun, kata editor National Geographic Indonesia, Didi Kaspi Kasim, tentang Lucy In The Sky. Namun untungnya penggunaan sedotan plastik menurun karena munculnya tren pada sedotan stainless. Jerami stainless tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga gaya dan praktis. Sejumlah restoran telah meninggalkan sedotan plastik dan beralih ke sedotan stainless. Langkah ini tampaknya berdampak besar pada lingkungan.

Penggunaan sedotan stainless dapat mengurangi polusi lingkungan. Menurut Didi, penggunaan sedotan stainless bisa mengurangi satu persen dari sampah plastik. Dari plastik hingga pakai hal-hal terkecil yang bisa dikurangi satu persen. Kita juga harus ingat bahwa TPA memiliki usia, di mana kita bisa membuangnya ketika TPA ditutup? Tidak hanya mengurangi limbah plastik, pengelolaan limbah yang baik juga merupakan salah satu kunci untuk melestarikan lingkungan, seperti memilah sampah basah dan kering agar lebih ramah lingkungan. Dapat dimulai dengan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah basah dan kering. Memilah sampah akan memudahkan perantara yang masih bisa didaur ulang, pungkasnya.

Baru-baru ini gerakan hijau telah dipromosikan oleh berbagai komunitas dan pemerintah. Akibatnya, banyak restoran terkenal mengubah kebijakan mereka dengan menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. Salah satu item ramah lingkungan yang telah menjadi tren adalah sedotan yang dapat digunakan kembali atau sedotan yang dapat digunakan berulang kali. Di masa lalu, banyak restoran menggunakan sedotan plastik dalam presentasi mereka. Tapi itu semua berubah ketika sebuah video untuk menyelamatkan kura-kura laut dari sedotan plastik tersumbat di hidungnya.

Banyak komunitas lingkungan mengeluhkan insiden tersebut dan akhirnya mengambil berbagai langkah untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Warga negara juga merevitalisasi undang-undang ini dan menghasilkan kebijakan baru untuk penggunaan sedotan ramah lingkungan di berbagai restoran.